[J-Dorama] Amachan

amachan-banner

 

Rating : ★★★★
Category : Dorama
Genre : Romance, Comedy
Cast :

Continue reading

[J-Dorama] Shinigami-kun

Shinigami

Rating : ★★★
Category : Dorama
Genre : Human, Comedy
Cast :

Ohno Satoshi as Shinigami-kun / Shinigami No. 413

Kiritani Mirei as Shinigami-kun supervisor / Supervisor No. 45

Suda Masaki as Akuma

Matsushige Yutaka as Chief

 

Bercerita tentang malaikat kematian No. 413 yang selalu datang ke orang-orang yang hampir meninggal untuk mengabarkan bahwa dalam beberapa hari dia akan mencabut nyawa orang itu, jadi dia meminta supaya orang itu untuk segera menyelesaikan perkara yang mungkin belum sempat diselesaikan orang itu di dunia supaya nanti saat meninggal, orang itu bisa meninggal dengan tenang. Sayangnya, pekerjaan malaikat kematian No. 413 tidak semudah itu karena ada Iblis yang mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitar orang yang akan meninggal sehingga membuat malaikat kematian No. 413 juga harus berjuang supaya ada orang-orang yang jiwanya tidak dimakan oleh Iblis setelah sang Iblis mengabulkan 3 permintaan mereka. Karena jika sang Iblis berhasil membuat orang yang seharusnya belum dijadwalkan untuk meninggal sudah meninggal duluan, maka itu dianggap adalah kesalahan dari sang malaikat kematian dan itu akan membuat jangka waktu hidup sang malaikat kematian dan supervisornya memendek dan mereka pun akan bisa sirna.

Intinya, drama ini diisi oleh berbagai cerita yang berbeda dari orang-orang yang akan meninggal pada tiap episodenya.

 

KOMENTAR GUE TENTANG DORAMA INI:

 

Kenapa pendek banget ceritanya?? Cuma 9 episode?? Kurang banget deh!!! o(>_<)o

Dorama ini menarik banget ceritanya, setiap episode lo akan liat reaksi orang-orang saat dikasih tau sama malaikat kematian No. 413 bahwa mereka akan meninggal dalam beberapa hari. Dari mulai nggak percaya waktu ngeliat sang malaikat kematian kasih kartu nama, sampe yang histeris karena belum mau mati dan masih pengen hidup lebih lama lagi. Ya siapa juga yang bakalan percaya kalo mau mati pake dapet kartu nama dulu dari malaikat kematian? xDa

Ini cerita sebenernya sedih, dari temanya aja udah keliatan kan? Beberapa episode gue juga sampe harus siapin tissue berlembar-lembar karena emang kasian sama orang-orang di sana tapi berhubung yang jadi malaikat kematian No. 413 itu Oh-chan, pasti ada aja adegan koplak yang dia lakukan sehingga kita nggak akan lama-lama nangis. Aneh juga karena si malaikat kematian yang cukup bloon ini nggak kerja sendiri dan punya supervisor jadi kalo ada salah apa dia pasti dimaki-maki sama supervisornya yang cantik. Sumpah aneh banget! xDDDD

Kalo lo punya hape android dan langganan Johnny’s Web, selama drama ini berlangsung, di page Arashi ada bagian khusus buat dorama ini. Di situ Oh-chan ngasih foto-foto yang berkaitan dengan doramanya dan komentar dia tentang apa yang sedang dia lakukan waktu syuting. Cukup menarik kalo lo ngikutin Jweb itu berbarengan saat nonton ini episode per episode, jadi bikin makin ketagihan selanjutnya Oh-chan ngapain.

Sangat disayangkan cerita ini kependekan, harusnya bisa lebih panjang lagi dan lebih bagus lagi karena cerita ini udah oke banget per episodenya, cuma endingnya aja yang kurang dan rasanya terlalu buru-buru. Bikin gue habis nonton episode 9 langsung, “kok endingnya begitu??!!! (T___T)” Tapi yah, lumayan juga buat iseng-iseng ini dorama, nggak  bakalan bikin lo ngabisin waktu banyak dan bikin lo belajar memandang hidup dari sudut pandang malaikat kematian.

Favorit gue adalah episode dimana Shinigami-kun ketemu cewek muda yang umurnya udah sebentar lagi. Dia ngerasa dirinya terlalu jelek dan belum sempet ngapa2in, padahal dia pengen punya pacar, pengen nikah, tapi ternyata yang dateng malah malaikat kematian yang mau nyabut nyawanya. Trus Shinigami-kun bilang bahwa menurut dia cewek itu adalah cewek paling cantik yang pernah dia liat karena hatinya sangat baik dan ‘di atas’ itu yang dapat nilai paling bagus. Ada quote yang gue suka juga,

It seems that there’s a belief that marriage is the goal of life, the truth is, only death is the goal of life.

Bener juga sih… ^^

Selamat menonton ya!! Jangan lupa siapin tissue~ xD

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Image

Rating: ★★★★
Category: Books
Genre: Romance
Author: Tere-Liye

Kali ini gue nge-review novel, sebuah novel yang berhasil gue selesaikan di sela-sela kesibukan gue padahal gue punya banyak novel yang numpuk cuma gue baca beberapa lembar trus nggak sempet gue terusin. xDDD

Novel ini bercerita mengenai perubahan kehidupan seorang gadis kecil bernama Tania yang semula adalah pengamen jalanan dan tinggal di rumah kardus menjadi seorang perempuan dewasa yang cantik, mandiri dan sukses setelah Tania menerima bantuan dari Danar Danar, seorang pria yang berjarak usia kurang lebih 14 tahun darinya.

Cerita dimulai dengan Tania versi dewasa yang sedang berada di sebuah toko buku sendirian, termenung sambil mengenang sosok Danar yang dulu sering mengajaknya ke toko buku itu. Cerita kemudian flash back ke waktu dimana Tania dan adiknya (Dede) masih sangat kecil dan sehari-hari mengamen di kendaraan umum.

Suatu hari Tania dan Dede tanpa sengaja bertemu dengan Danar, penumpang bus kota yang dengan baik hati mau membantu Tania saat kakinya tertancap paku. Dari situ, Danar ternyata akhirnya terus menerus menjadi malaikat penolong bagi Tania, Dede dan Ibu mereka. Danar membantu Tania dan Dede bisa kembali ke sekolah dan bahkan memberi modal bagi Ibu Tania agar dapat membuat usaha. Singkat cerita, hidup Tania dan keluarganya berubah 180 derajat sejak bertemu dengan Danar, dan lambat laun, tanpa Tania sadari ternyata ia sudah jatuh cinta kepada malaikat penolongnya itu. Merasa tidak enak pada Danar yang sudah begitu baik padanya, Tania memutuskan untuk menyembunyikan perasaannya dan puas dengan menganggap bahwa hubungannya dengan Danar hanya Kakak-Adik, tidak lebih. Sayangnya, menghilangkan perasaan cinta tidak bisa semudah itu, Tania bahkan tetap harus berjuang keras menghilangkan perasaannya pada Danar meskipun jarak mereka sudah begitu jauh…

 

KOMENTAR GUE TENTANG NOVEL INI:

Ini novel karya Tere Liye yang pertama gue baca, gue beli karena tertarik setelah liat  DP BBM temen gue yang waktu itu ngequote salah satu line di novel ini,

“Benar-benar tak ada lagi skenario: dia tahu aku mencintainya, dan dia mencintaiku. Anne benar. Perasaannya sudah sejelas bintang di langit. Asumsi apa lagi yang akan aku pakai untuk mendukung pengharapan itu? Orang-orang yang sedang jatuh cinta memang cenderung menghubungkan satu dan hal lainnya. Mencari-cari penjelasan yang membuat hatinya senang. Tetapi aku sudah memutuskan untuk memilah mana simpul yang nyata serta mana simpul yang hanya berasal dari ego mimpiku.
Dan itu tidak sulit, sepanjang aku berpikir rasional. Dia tidak pernah mencintaiku. Tidak pernah.”

Ternyata ceritanya bagussssssss…. Dan setelah gue selesai baca, gue baru tahu kalo ternyata penulisnya laki-laki. ROTFL! Habis sudut pandang aku-nya ke Tania, gue pikir perempuan kan yang nulis ini. xDDDD

Alur cerita dari novel ini sebenernya cukup lambat, jarang-jarang gue bisa betah sama novel dengan jalan cerita seperti ini tapi karena gue penasaran makanya dengan cepat gue bisa selesaikan. Sejujurnya gue penasaran mengenai apa yang bakal terjadi dengan hubungan Tania dan Om Danar selanjutnya sampe ikut terbawa jengkel sama Ratna yang tiba-tiba datang jadi pengganggu. Sejujurnya gue merasa punya hubungan emosional dengan si Tania ini karena nasib kami yang hampir sama. Fufufufu…

Oh ya, gue suka dengan karakter Dede yang alay dan cuek tapi cukup membantu di cerita ini, karakter Anne juga gue suka karena terus menjaga agar Tania bisa tetep mikir rasional.

Dari semua urutan cerita, gue paling suka bagian ini,

“Tetapi kenapa Ibu tidak mengajak Dede!” adikku memotong dengan suara terisak, berusaha mengibaskan tangan dia, kakinya semakin menghujam dalam di atas tanah merah.

“Karena Ibu sedang menyiapkan banyak hal di sana… Seperti saat pagi-pagi Ibu menyiapkan sarapan buat Dede dan Tania… Nanti kalau sudah siap, kita juga anak pergi ke sana suatu saat… Sekarang kita hanya akan mengganggu saja.

“Ibu akan datang seperti saat membangunkan kalian pagi-pagi untuk bersiap sekolah… Tetapi sebelum waktunya tiba, kita harus pulang ke rumah malam ini… tidur yang nyenyak, esok pagi bangun melanjutkan kehidupan… Suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dengan Ibu… Dia pasti menjemput”.

Orang yang ditinggal oleh orang tuanya yang sangat dekat dengan mereka memang seberat itu rasanya, bikin bertanya-tanya kenapa kita nggak diajak sekalian, tapi sang penulis berhasil menyelesaikan simpul permasalahan yang ini dengan dialog yang sangat bagus.

Dari segi cerita, novel ini sejujurnya sangat bagus dan menarik. Kurangnya cuma dari segi penulisan yang kayaknya nggak banyak diedit jadi kalimatnya kadang nggak efektif dan ada beberapa bagian yang malah typo, sampe nama aja salah nulis. (^^;;;;)a

Tapi ceritanya bagus kok… Endingnya apalagi… Udah serius-serius baca dan menghayati ceritanya, tiba-tiba BOOM, endingnya sekejap bikin kita pengen nyekek orang… Bahkan penulisnya sendiri aja nulis,

Dilarang melempar novel ini setelah tiba di akhir cerita.
Hidup ini memang tidak selalu indah, kadangkala kita harus menelan segelas jus pahit untuk kesehatan diri sendiri. 🙂

Yup, endingnya nggak terprediksi dan cukup ngeselin sampai tahap pengen nyekek orang (asli gue jengkel banget sampe hari berikutnya masih kepikiran coba, LOL). Tapi ini yang bikin cerita ini bagus karena kalo dibikin sesuai ekspektasi pembaca maka ini novel akan jadi novel romansa biasa. Gue suka sih cerita yang endingnya nggak ketebak gini, walaupun untuk selera gue mungkin gue akan lebih pilih endingnya si Danar mati mendadak, biar adil. Kekekekek…

Well, seperti endingnya yang gue nggak ngerti kenapa penulis milihnya jadi gitu, gue juga nggak ngerti darimana penulisnya bisa tau kalo daun pas jatuh itu nggak pernah benci sama angin yang bikin dia jatuh. xp

Selamat membaca~ ^^

[Indo-Movie] VIVA JKT48

Ternyata terakhir gue nge-review udah sekitar 1 tahun yang lalu. Gile, gue banyak utang. LOL! Sebenernya gue belum lama ini nonton Marmut Merah Jambu dan Black Butler tapi gue lebih tertarik buat ngereview film ini dulu (berhubung gue nontonnya premiere bareng member dan lebih cepat 1 hari dari tanggal rilis xD), makanya yang itu nanti aja ya, nyusul… mungkin. xDDDD

Image

Cast:

JKT48 Members (8 cast utama : Melody, Nabilah, Shania, Haruka, Ayana, Naomi, Yupi, Ayen)

Ayu Dewi

 

Cerita dimulai dengan kemunculan 8 buah koper di tengah-tengah padang rumput yang enggak jelas isinya apa, tiba-tiba ada jari keluar dari koper dan akhirnya koper satu persatu pun terbuka yang ternyata berisi member JKT48, tinggal satu koper yang nggak terbuka sendiri dan akhirnya dibuka oleh member yang udah bisa kita duga isinya Ayana, member JKT48 yang terkenal tukang tidur. xD

Member JKT48 ternyata terdampar di kandang Komodo, yang sampai akhir film masih jadi misteri bagaimana jalan ceritanya sampe mereka bisa masuk dalam koper dan sampai di kandang komodo, yang jelas karena member ingat kalau malamnya mereka akan perform teater makanya mereka berusaha kembali ke teater.

Setelah susah payah sampai teater, ternyata member diusir satpam karena ternyata teater udah berganti nama jadi teater BKT48 akibat dibeli oleh penyewa lain. Member JKT48 pun akhirnya jadi gelandangan di jalan, luntang-lantung nggak jelas karena manajer mereka nggak mau terima mereka lagi akibat surat pengunduran diri member yang dia terima (padahal member nggak ngerasa tanda tangan). Dengan bermodalkan uang seadanya, akhirnya member beli dua minuman di Lawson dan numpang tidur di meja yang ada di sana.

Di sisi lain, ada 3 orang die hard fans mereka yang jadi galau berat karena waktu mereka mau nonton teater ternyata yang perform bukan JKT48 melainkan BKT48 yang centernya entah siapa itu.

Titik cerah dari kegalauan dua kelompok ini muncul waktu akhirnya tanpa sengaja ketiga orang fans galau ini tanpa sengaja bertemu dengan member JKT48 di Lawson dan dari situlah akhirnya mereka bersama-sama berusaha membantu JKT48 untuk kembali mendapatkan teater mereka yang sudah disewa oleh BKT48. Sayangnya ternyata usaha mereka mendapatkan kembali teater mereka tidak mudah karena mereka harus menebus biaya sewa teater dengan biaya 1 Milyar rupiah.

Jadi, bagaimana caranya supaya JKT48 bisa mendapatkan teaternya lagi?

 

Komentar gue tentang film ini:

Errr… Pertama-tama, ini gue mau kasih saran dulu ya… Sebaiknya kalo nonton ini kalian jangan punya ekspektasi apapun dan jangan gunakan otak kalian untuk berpikir serius atau nantinya akan muncul banyak sekali pertanyaan yang berhubungan dengan kejanggalan cerita seperti:

1) Gimana caranya member dari Fx bisa nyampe Ragunan dan masuk koper? Gimana caranya member dari Ragunan sampe Fx lagi cuma dengan naik mobil sayur? Itu jepitan sayur kenapa keliatan banget?

2) BKT48 itu kepanjangan apaan? Dijelasin nggak sih? Membernya kok bisa mukanya sama ama JKT48?

3) Daripada luntang lantung di jalanan, kenapa member nggak pulang ke rumah aja? Emangnya pada nggak punya keluarga?

4) Kenapa Ayu Dewi dibentuk kayak Cruella de Vil yang di 101 Dalmatians gitu? Okay, JKT48 emang imut2 sih tapi bukan puppy juga kan? Hmmm..

5) Emangnya yang nyiptain lagu Shoujotachi yo itu Melody? Bukunya Melody yang buat nyatet lagu ilang tapi kok mereka tetep bisa nyanyiin lagu itu?

Dan… gue masih bisa nulis lebih banyak pertanyaan lagi andai gue emang niat mau bikin spoiler ceritanya.. xDDDD

 

Makanya, ikutin saran gue, nonton ini sebagai hiburan aja tanpa mikir dan lo akan sangat terhibur dengan ceritanya yang sangat ringan dan dekat dengan vvota.

Inti ceritanya sendiri sih menyelamatkan Teater JKT48 supaya tetap ada dan menjaga supaya para member enggak graduate, sangat mirip dengan drama buatan Kuran666er yang udah dibuat berbulan-bulan yang lalu bahkan sebelum ada pengumuman mengenai VIVA JKT48. Hmmm… penulis cerita di film ini dengerin kuran666er juga nggak ya? xDa

Anyway, beruntungnya gue nonton ini bareng-bareng sama vvota 1 studio full (bahkan 2 studio), jadi gue bisa ngerasain gimana suksesnya film ini menyentuh hati para vvota JKT48 dengan melihat reaksi mereka yang “huwah-huwah” heboh, ketawa ataupun tepuk tangan bareng. Terasa banget kalo ini film dibuat bener-bener ditujukan ke target market JKT48 yang paling inti yaitu fans mereka sendiri yang udah seabreg itu, jadi bikin kita-kita yang emang vvota JKT48 waktu nonton film ini jadi ngerasa berada di dalam filmnya, berada di antara 3 die hard fans yang di film itu dan lagi sibuk membantu JKT48.

Ketika nonton ini akan terasa banget ke-‘gila’-annya seorang fans JKT48 itu seperti apa, usaha dan kerja keras mereka dalam mendukung member dan juga gimana mereka bisa begitu menghargai peraturan yang ada, yang membuat meskipun mereka dekat dengan member tapi ada batasan berupa peraturan yang harus tetep mereka jaga. Hal yang seperti ini yang sebenernya gue pengen tunjukin ke temen-temen gue di dunia nyata yang ngeliat JKT48 cuma dari kulit-kulit luarnya aja dan ngomong negatif tentang JKT48 padahal ada banyak sisi positif dari ngaidol dan ada banyak hal baik yang kita lakukan karena kita mendukung idola kita. Entah bagaimana gue ngajak temen-temen gue yang non-vvota supaya mau nonton ini. *mikir*

 

Maka, kembali lagi, berhubung gue nonton ini dengan sudut pandang gue sebagai vvota JKT48, maka… gue nggak akan banyak cingcong soal jalan cerita yang terburu-buru, jumping parah dan nggak logis, akting member yang standar, kostum dan make up yang nggak pas, akting Ayu Dewi yang lebay, istilah2 yang sebenernya cuma dimengerti vvota, dll.

Nontonlah tanpa pake mikir dan nikmati diri lo seperti berada di dalam situasi di cerita itu dan menjadi salah satu die hard fans JKT48 yang ada di sana (seru-seruan idoling, perjuangan kasih support ke idola, abis-abisan demi sang idola dan gimana lemesnya kalo bisa bertatap muka sama idol ataupun di sapa), dijamin pulang dari nonton ini engsel muka lo pegel banget karena kebanyakan ketawa sama kekonyolan di film ini.

Gue sendiri berhubung nobar sama temen-temen banyak jadi pulang dari nonton tangan pun ikutan perih karena kebanyakan tepuk tangan. ROTFL! xDDDD

 

Terakhir, gue salut banget buat 3 aktor yang meranin die hard fans JKT48, meskipun gue nggak tau nama-namanya tapi gue suka sama akting mereka yang terasa sangat natural seakan-akan mereka memang vvota JKT48, bener-bener memberi warna dan bikin gue bisa sangat menikmati film ini. Good job guys! :Dd

 

Baiklah, gue udah ngantuk abis ini… mulai nggak fokus dan kalimatnya ngaco. LOL! Segini aja reviewnya ya…

 

Buat yang tertarik nonton, selamat menyaksikan yaaaaaa~!! Kalo lo bukan vvota, gue saranin at least cobalah nonton film ini satu kali, yah… siapa tau dengan nonton ini jadi lebih mengerti soal JKT48 dan kenapa banyak sekali orang yang entah cowok maupun cewek bener-bener setia dan bertahan mengidolakan mereka.

See you~ ^^

[J-Dorama] Itazura Na Kiss ~ Love in Tokyo / イタズラなKiss ~ Love in TOKYO

5

Rating : ★★★★
Category : Dorama
Genre : Romance, Comedy
Cast :
Miki Honoka as Aihara Kotoko
Furukawa Yuki as Irie Naoki
Yamada Yuki as Ikezawa Kinnosuke
Nishimura Tomomi as Irie Noriko
Imoaraizaka Kakaricho as Irie Shigeki
Tanaka Yoji as Aihara Shigeo
Aizawa Yuga as Irie Yuki
Fujimoto Nanami as Jinko
Yamaya Kasumi as Satomi

 

Continue reading

[J-Dorama] Kazoku Game / 家族ゲーム

Kazoku_Game

Rating: ★★★

Category: Dorama

Genre: Family, Drama, Suspense, Mystery

Cast :

Sakurai Sho as Tago Yudai / Yoshimoto Koya

Kamiki Ryunosuke as Numata Shinichi

Kutsuna Shiori as Mizukawa Sara (Asami Maika / Tachibana Maki)

Uragami Seishuu as Numata Shigeyuki

Itao Itsuji as Numata Kazushige

Suzuki Honami as  Numata Kayoko

Bercerita tentang seorang guru privat ke rumah bernama Yoshimoto Koya yang terkenal memiliki kemampuan untuk membuat anak didiknya bisa masuk ke sekolah atau universitas favorit.

Suatu hari, Yoshimoto diundang oleh keluarga Numata untuk bisa menjadi guru privat dari Numata Shigeyuki, anak bungsu dari keluarga tersebut. Shigeyuki adalah seorang anak SMP yang terancam didrop out dari sekolah karena prestasinya buruk dan tidak mau masuk sekolah. Sepanjang hari yang ia lakukan adalah tinggal di kamar dan main game di depan komputer.

Karena itu. dengan diiming-imingi akan diberi hadiah sebesar 100,000 Yen, Yoshimoto ditantang untuk dapat membuat Shigeyuki mau masuk sekolah lagi.

Yoshimoto menerima tantangan tersebut karena yakin bahwa ia dapat membuat Shigeyuki mau masuk sekolah lagi dalam waktu 5 hari tetapi dengan syarat keluarga Numata dilarang untuk menghalangi semua tindakan yang akan dilakukan Yoshimoto pada Shigeyuki.

Secara tidak terduga, cara yang dilakukan oleh Yoshimoto untuk memaksa Shigeyuki untuk mau masuk sekolah lagi sangat berbeda dengan guru-guru yang lain. Ada keinginan dari mereka untuk menolong Shigeyuki, tetapi sayangnya mereka terikat kontrak dari Yoshimoto yang tidak membolehkan mereka melarang apapun yang dilakukan oleh Yoshimoto.

Akhirna, tanpa keluarga Numata sadari,  keluarga Numata kemudian masuk ke dalam ‘permainan mengerikan’ yang diciptakan oleh Yoshimoto bernama “Kazoku Game”.

Lalu, apakah keluarga ini akhirnya dapat melewati tantangan yang diberikan oleh Yoshimoto dan memenangkan ‘permainan’? Tonton sendiri ya…

KOMENTAR GUE TENTANG DORAMA INI :

Garing… (=__=)

Andaikan ini yang maen bukan Sakurai Sho udah dipastikan gue nggak akan lanjutin nonton sampe tamat.

Ceritanya flat, awal-awal sih masih oke, tapi jalan beberapa episode lama-lama ceritanya yang gue tau maksudnya mau sok misterius-misteriusan, tapi malah nyasar entah ke mana, akhirnya penonton jadi bingung.

Komposisi pemain yang itu-itu aja setiap episode juga sedikit banyak bikin bosen. At least kasih bintang tamu kek gitu siapa. Ini dia lagi dia lagi, jadi akhirnya kita harus fokus konsentrasi sama konten ceritanya dan itu bikin jadi semakin nguap-nguap.

Feelsnya macam baca semua novel dimana lebih banyak detail suasana daripada dialog, makanya akhirnya penonton jadi capek.

Akting pemain juga enggak ada yang spesial. Honami Suzuki seharusnya bisa akting lebih bagus daripada di sini, tapi entah kenapa melempem. Aktingnya Kamiki juga ganggu, maunya akting marah-marah, tapi dia masih kayak anak singa yang berusaha meraung-raung pake suara ala kucing, jadi nggak ada ngeri-ngerinya.

Sakurai Sho seperti biasa aktingnya kalo di Indonesia mungkin bisa gue golongkan sekualitas Daniel Mananta. Bagus sebagai MC tapi dalam segi akting masih terlalu seperti diri sendiri yang sedang berakting jadi orang lain. Bukan menghidupkan sosok tertentu yang emang berbeda dari diri sendiri.

Yoshimoto Koya-nya nggak hidup banget. Ok, jahatnya mungkin keliatan tapi tetep gue merasa masih kurang, masih bisa lebih bagus dari ini.

Gue terus terang enggak ngerti kenapa tiap episode selalu ada:

– kata-kata “ii ne~” dari Tago Yudai (yang sempet ngetren diantara fangirl Jejepangan seluruh dunia) dan itu dijelaskan karena itu adalah kata-kata favorit dari Yoshimoto Koya.

– Adegan Sho topless di dalam sauna (yang lebih seperti fan service dibanding dengan mengisi kelanjutan cerita).

Entah kenapa gue nonton dorama ini cuma karena Sakurai Sho ichiban gue di Arashi. Haaahhh~

Well… 3 bintang deh buat cerita ini deh, karena endingnya meskipun aneh tapi gue lumayan suka dan gue suka ostnya yang dari Arashi.

Seharusnya bisa lebih baik lagi, tapi ceritanya sepertinya nggak berhasil buat dikembangin jadi bagus sama yang bikin dramanya.

See you~

[J-Movie] Platina Data / プラチナデータ / Platinum Data

REVIEW INI MUNGKIN MENGANDUNG SPOILER CERITA, JANGAN MEMBACA KALAU TIDAK MAU TAHU MENGENAI DETAILNYA.

2

Rating: ★★★★

Category: Movies

Genre: Suspense/Science Fiction/Mystery

Cast :

Ninomiya Kazunari as Ryuhei Kagura

Etsushi Toyokawa as Detective Reiji Asama

Honami Suzuki as Doctor Mina

Katsuhisa Namase as Shiga

Anne Watanabe as Risa Shiratori

Kiko Mizuhara as Saki Tateshina

Platina Data bercerita tentang kehidupan di Jepang pada tahun 2017 dimana terdapat ilmuan ganteng *cough* bernama Ryuhei Kagura yang merupakan seorang jenius yang ahli di bidang DNA yang bersama dengan lembaganya (SARI) yang dimiliki oleh kepolisian pusat, berusaha mengembangkan suatu program untuk analisis dan membuat profiling DNA manusia.

Cerita dibuka dengan kasus pembunuhan misterius dimana pada setiap pembunuhan, si korban akan meninggal mengenaskan dengan satu buah tulang rusuknya hilang. Karena keanehan itu, Detective Reiji Asama yang ditugaskan untuk menyelesaikan kasus itu akhirnya menghadiri presentasi Ryuhei Kagura mengenai memprofilkan semua penduduk Jepang berdasarkan DNAnya.

Dari penjelasannya, Ryuhei menjelaskan kalau kita bisa tahu apapun mengenai seseorang (termasuk melihat bentuk ciri fisik manusia tersebut) apabila kita sudah mendapat sample DNAnya dengan demikian polisi jadi tidak akan kesulitan untuk mendapatkan siapa pelaku kejahatan apabila proses pendokumentasian DNA seluruh penduduk Jepang sudah tuntas dengan suatu software bernama PLATINA DATA.

Dengan cepat, Detective Reiji langsung menyadari bahwa ada kekurangan dari penelitian ini yaitu pengambilan sample DNA secara ilegal oleh Kagura pada semua orang di Jepang tanpa mereka ketahui, karena itu sejak awal Detective Reiji jadi tidak memiliki hubungan baik dengan Kagura.

Tak lama kemudian, ternyata terjadi kasus pembunuhan lagi di mana kali ini korbannya adalah Tateshina bersaudara yang ternyata merupakan salah satu staf terbaik di SARI dimana Saki Tateshina adalah seorang perempuan autis dengan kemampuan matematika yang sangat jenius. Ia sedang berusaha mengembangkan program bernama Mogul yang merupakan penyempurnaan dari sistem di Platina Data untuk menghilangkan bug yang mungkin terjadi.

Polisi yang dipimpin oleh Detective Reiji akhirnya memutuskan untuk mengecek semua CCTV di lokasi pembunuhan, sedangkan Kagura dan timnya bertugas mengecek kepemilikan sample DNA yang ditemukan di lokasi pembunuhan.

Detective Reiji memutuskan untuk datang ke laboratorium Kagura setelah melihat pada CCTV bahwa ternyata orang terakhir yang datang ke lokasi kejadian adalah Kagura. Ditempat lain, Kagura sendiri terkejut ketika melihat hasil sample DNA yang di temukan di lokasi ternyata adalah DNA-nya sendiri dengan tingkat kemiripan sebesar 99,9%.

Merasa tidak melakukan tindakan kejahatan itu, Kagura akhirnya kabur ketika akan ditangkap oleh polisi dan ia pun menjadi buronan nomer 1 yang paling dicari di Jepang.

Dalam pelariannya, Kagura dibantu oleh Risa Shiratori, asistennya di laboratorium yang ternyata adalah orang bayaran amerika yang rencananya akan menghijack proyek DNA buatan Jepang itu.  Shiratori kemudian membantu Kagura agar tidak tertangkap polisi. Salah satunya adalah dengan membantu Kagura mencari tahu DNA bernomor NF13 yang ditemukan di TKP tetapi ternyata tidak ditemukan siapa pemilik DNA tersebut guna membuktikan bahwa Kagura bukanlah penjahat yang sebenarnya dari kasus ini.

Bersamaan dengan itu, Detective Reiji yang mengejar Kagura akhirnya berkonsultasi dengan Doctor Mina yang merupakan dokter pribadi dari Kagura. Di sana Reiji baru mengetahui bahwa ternyata Kagura memiliki Split Personality dimana kedua sifatnya sangat bertolak belakang. Di satu sisi, Kagura adalah ilmuan yang jenius, kuat dan tenang sedangkan di sisi lain, Ryu adalah seorang seniman yang handal, halus dan ceria.

Detective Reiji yang kemudian dapat berbicara dengan Kagura akhirnya memberitahukan mengenai hal tersebut dan Kagura kemudian mempunyai tugas baru untuk membuktikan bahwa dirinya tetap tidak bersalah, baik dirinya sebagai Kagura maupun sebagai Ryu sesuai karakteristik dirinya yang sudah terungkap pada data DNA yang terekam di software Platina Data.

1

KOMENTAR GUE TENTANG FILM INI :

NINO!!!!!!! MAU NONTON LAGI!!!!!!!!!!!!!!!!! KURANG BANGET KALO CUMA NONTON 1 KALI!!!! O(>_<)O

Sejujurnya gue udah nunggu lama banget buat bisa nonton ini. Waktu katanya mau tayang di Indonesia, gue udah seneng banget rasanya. Tapi ternyata, kabar mau tayang di mana dan kapan, sampe detik ini kagak jelas. Akhirnya, gue pun malas buat nunggu bioskop Indonesia dan milih nonton di Singapura.

Sumpah, baru kali ini seumur-umur, gue bisa nekat cabut ke Singapura cuma demi nonton ini.  Thanks GOD it’s really worth to watch.

IMG-20130601-00465

Bioskopnya emang nggak gede-gede amat deh… Masih jauh lebih mewah, lebih dingin, lebih mahal dan lebih bagus bioskop Indonesia, percayalah di sana studionya kayak 21 biasa bukan XXI, tapi ya… sensasi liat Nino di layar lebar sampe setiap detail pori-porinya keliatan jerawatan komedoan itu emang beda banget dibanding cuma nonton di laptop. Beberapa kali pengen kyaing, sayang gue lagi gak sama temen2 fangirl dan gue juga lagi jadi turis di negara orang. xD

Cerita diawali dengan rada bingung, tapi gue berkali-kali bilang “wuih.. keren… wuih..!!” liat teknologi Platina Data yang ditunjukin begitu detail sampe cara mereka mengumpulkan sample DNA se-Jepang. Nino yang ganteng pake kaca mata juga sedikit banyak bikin megap2 mau pingsan. xDD

Trus, ditengah-tengah waktu Nino mulai jadi buronan, ya amplop… pelariannya kereeeeeeeennnn banget. Lompat sana lompat sini, lari-lari, naik motor, ada ledakan-ledakan. Gilak! Keren! Gue sumpah kasian banget sama figur Kagura yang musti pontang panting berusaha menyelamatkan diri dari kejaran polisi. *tepuk tangan untuk Nino*

Tengah ke belakang sebenernya rada BeTe karena nggak ada action lagi dan malah ngurusin masa lalu Kagura. Emang sih, kita perlu tau soal itu, tapi ya… mungkin durasinya kagak perlu sepanjang itu. Atau at least bahas Tateshina-nya rada gimana gitu, biar enggak kesannya jadi aneh. Karena jadi ada banyak pertanyaan yang muncul di kepala gue misalnya…

– Kok pembunuhnya kagak muncul di CCTV?

– Ngapain pake potong-potong rusuk segala? mau nunjukin kalo pembunuhnya pysco tapi kok ya nanggung penjelasannya di akhir.

– Mogul ciptaannya Tateshina, kenapa bisa gampang bener ditemukan? Apa nggak bisa dibikin lebih seru gimana gitu tempat penyimpanannya?

– Ini film di setting tahun 2017, emang bisa gitu dalam 4 tahun lagi bikin program secanggih ini?

dan ya… Masih ada beberapa lagi dah, yang gue sebenernya kagak terlalu perhatian karena mata gue kayak udah ke lem sama bayangan Nino, jadi whatever it is asal ada Nino gue bakal kyaing sendiri gemes-gemes-gemes tanpa peduli-peduli banyak ceritanya ada yang aneh apa kagak.

Gue rasa sih karena ini dari novel dan dipotong jadi film, jadi ada banyak bagian yang kesannya tergesa-gesa. Harusnya panjangin aja tuh, mayan kan gue bisa liat Nino 5 jam gitu misalnya. *ditimpukin sendal* xD

Selebihnya, akting yang lain terlihat biasa2 aja. Yang jadi Tateshina terutama, gue tau dia berperan jadi orang autis, tapi ya harusnya bisa gimana gitulah… Gue liat pemeran film di Indonesia yang meranin orang autis bisa berakting lebih bagus deh…

Subtitle Inggris buatan Singapura gue nilai juga kurang bagus. Akurasinya paling cuma 90% tuh, para fangirl JE harusnya dilibatin buat bikin subtitle film ini deh biar hasilnya lebih cihuy. xD

IMG-20130601-00466

Well… Well…, overall, ini film gue nilai bagus.

Bukan akting terbagus Nino meskipun sukses bikin malemnya gue nggak bisa tidur karena mikirin nasibnya Kagura yang kayaknya apes bener begitu, bukan juga film dengan soundtrack yang cihuy karena Breathlessnya Arashi ternyata cuman muncul di credit title tapi ini salah satu film Jepang dengan penggunaan teknologi dan action yang terbaik. Sayangnya durasi bagian itunya kurang lama aja… Mahal kali ya bok, ngancurin banyak barang. xDDDDDDD

Terakhir, kalo ini film beneran tayang di Indonesia, sudah bisa dipastikan gue bakalan nonton lagi. Maklum, cerita jenis kayak begini emang favorit gue dan sudah pasti gue nggak puas kalo liat seorang Nino di layar lebar cuman 1 kali. Harus lebih! Hahahahaha…

See you~ ^^

NB: Gile, udah lama juga ya gue kagak bikin review. xDD